Sumberbola – Bintang Crystal Palace, Wilfried Zaha, telah mengungkapkan insiden rasial yang dia terima, dengan mengatakan bahwa dia sering dipanggil ‘monyet’ hampir pada setiap pertandingan.
Frekuensi kasus pelecehan rasial dalam sepak bola memang meningkat sepanjang musim 2018/19. Zaha hanyalah salah satu dari sekian banyak pemain Liga Premier Inggris yang menjadi korban sepanjang musim lalu.
“Hampir setiap pertandingan saya dipanggil monyet atau n***** atau apa pun itu,” kata Zaha dalam wawancara dengan majalah Jackal. “Bayangkan jika mental saya benar-benar turun karena hal itu.”
“Saya tidak tahu apakah kami binatang atau apa pun. Kenapa ini terjadi? Mengapa Anda mengatakan hal-hal ini tepat di sebelah anak Anda yang berusia lima tahun? Dan kemudian ketika Anda pulang, apakan Anda kembali menjadi ayah yang normal, melakukan pekerjaan normal? Orang menutupi hal ini,” imbuhnya.
Pada April lalu, Zaha mengungkapkan bahwa dia pernah mendapat ancaman pembunuhan. Dan sekarang dia mengakui bahwa dirinya harus berbicara dengan seseorang untuk membuatnya tetap cinta pada sepak bola.
“Selama beberapa pekan, saya telah berbicara dengan seseorang, semacam pelatih kehidupan saya,” tambahnya. “Dengan sepak bola, Anda sampai pada titik di mana Anda mulai berpikir, ‘Apakah saya masih menyukainya, atau apakah saya melakukannya sebagai pekerjaan?’
“Pergi ke pertandingan dengan mentalitas itu, rasa lapar itu, ‘Saya ingin mencetak gol’. Hanya mengatakan kepada diri saya seperti, ‘Saya akan membuat perbedaan untuk permainan hari ini’. Satu-satunya hal yang dapat mencegah saya mencapai tujuan saya adalah mentalitas saya atau cedera,” imbuhnya.
by agen bola terbesar
EmoticonEmoticon